SO KISS ME ;)

Yes.....

Today i want to be kiss.....

Kiss by fresh warm breeze

Kiss by light sunshine

Kiss by heaven!!!

                            

KEDERRRRRR

Gue lagi nyari free blog untuk product travel gue......hihhihi gak modal ya....

Nyari-nyari-nyari, gue ketemu satu : travelpod.com.

So....gue liat-liat dunk isinya gimana, eh ketemu 1 postingan ttg Sentani Irian but headlinesnya bikin gue pusing .......Corruption, Crime ......(koteka?). Itu Bule iseng banget ya ke Sentani sampe menkonklusikan Indonesia hanya dengan 3 kata tersebut.

Batal deh gue mau nulis di situ. Malu..... abis timpang banget.

Any one help dunk..... free blog yg nice, khusus orang kita aja, gak usah yg luar negri. Keder gue

Fam Trip

Fam trip atau familiarization trip ini di adakan oleh Malaysia Tourism Board bagi travel agent yang tergabung dalam consortium untuk menjual Malaysia yang tengah gencar-gencarnya dengan Visit Malaysia Year nya di tahun 2007.

Loh ini kan udah 2008? 07-11 Feb 2008.... gak salah tuh?

Nggak salah, malah moment Gong Xi Fat Choi ini di gunakan oleh mereka untuk memperkenalkan lagi Malaysia ke seluruh dunia. Dengan acara yg dikemas dalam paket Open House Chinese New Year di Bintang Walk area 10 Feb 2008. PM Badawi hadir pada acara itu. Dan bersama rakyatnya merayakan Imlek sebagai suguhan acara Visit Malaysia Year lanjutan dari 2007. Bisakah anda bayangkan hal itu dilakukan oleh pemerintah dan dinas pariwisata Indonesia di Aceh, Ambon, Bandung, Padang, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera?

Mundur dulu ke tanggal 07 Feb yah.....

Rombongan Batam yang terdiri dari 7 travel dan 1 media cetak berkumpul di terminal ferry Harbourbay untuk perjalanan ke Kota Bahru Kelantan Malaysia by Malaysia Airlines via Changi airport Singapore. Fyi...ticket ferry dan tax di tanggung Malaysia Tourism Board (MTB).

Sesampainya di Harbourfront Singapore kami sudah di tunggu oleh bus pariwisata untuk menuju Changi airport. Bus di bayar oleh MTB.

Sesampai di Changi kami menerima ticket Singapore-Kualalumpur-Kota Bahru dengan Malaysia Airlines. Ticket di tanggung oleh MTB.

Tiba di Kelantan, airport Kelantan sangat memadai dibandingkan dengan keadaan kotanya, jauh lebih bagus dari Polonia Medan. Bus sudah menanti untuk mengantar kami ke hotel Renaissance. Hotel yang lagi-lagi dibayar oleh MTB.

Diner serve at Hotel restaurant. Buffet diner with oyster dan kawan-kawan. My first time eating oyster, and demi Tuhan gak mau lagi deh.....biar aja dibilang kuno. Mending makan kimchi deh semangkok...dan sekali lagi diner yang mahal itu dibayar oleh MTB.

Diner selesai...kita tidur, dari Batam jam 08.00 tiba di Kelantan jam 22.00 waktu setempat.Capek. Sambil ngimpi di bantal berbulu angsa itu pikiranku melayang.....ada apa sih di Kelantan? Sampai begitunya pemerintah Malaysia ngundang kita melalui MTB.....02 malam di Kelantan.

08 Feb 2008

Morning arise, setelah makan pagi yang hemmmm.....ntah karena suatu apa kami harus balik hari ini ke KL, hotel full dan acara pembukaan Visit Kelantan Year tidak bisa kami ikuti. But, sebelum meninggalkan Kelantan kami diajak melihat toko perak kecil juga cara pembuatannya.Toko batik, Pasar Khadijah dan Pantai Cahaya Bulan. Suer deh semua gak ada kelebihannya. Sumpah....Karya peraknya jauh sekali jika dibanding dengan di Jogja atau Bali. Batiknya....aduh gak bisa deh disandingkan dengan batik kita. Corak, warna, desain dan jenis kain yang digunakan. Kita lebih kaya. Pasar Khadijah? Aku kurang jelas apa istimewanya pasar ini. Sama baunya dengan pasar lain di Indonesia. Pantainya? Aduh....kering, jalannya sempit, no view kecuali horison yang panjang sepanjang mata memandang.

Dibalik semua keterbatasan itu kekaguman menyeruak dihatiku. Dengan keadaan yang seperti ini....alangkah beraninya Malaysia menjual Kelantan. Berapa banyak uang yang mereka harus keluarkan untuk Fam trip? Yang mereka undang bukan dari Batam dengan 17 orangnya saja, tapi ada Singapore team yang berjumlah 47 orang, Italy team 4 orang, USA,UEA, Thailand, Laos, Philippine dan beberapa negara lainnya. Dari Europe mereka mengundang wartawan media cetak atau televisi. Fasilitas yang disiapkan pun bukan tanggung-tanggung. Berkelas. Best in town.

Btw, dalam perjalanan KL-Kelantan ada koper seorang peserta tour yang pecah, dan Malaysia Airlines segera menggantinya dengan yang baru ketika rombongan kembali ke KL. I mean .....wow....di Indonesia bagasi hilang pun tidak akan bisa di claim secepat itu.

Di KLIA kami diperkenalkan dengan seorang guide yang mengagumkan. Ms. Praba, India yang lahir besar di Johor Bahru dan the way she guides us, make me see, how she loves Malaysia. So gembar - gembor bangsa India tertindas di Malaysia tersapu ke laut lepas olehnya. She is the great guide i ever met!!! Two thumbs up for her and Malaysia. Jenius dan lawa betol care awak membentok image Malaysia truly Asia.

Di KL hotel Renaissance sudah menanti, mo tau lokasinya? Bukit Nanas. Hanya sepelempar batu dari KLCC. Dan Menara Petronas keliatan banget dari jendela hotel kamarku. Hard Rock Cafe KL hanya 5 menit jalan kaki, monorail station tepat di sebrang hotel. Best place to stay in KL. 10 menit jalan kaki dari hotel warung-warung makan murmer bertebaran. 5 ringgit bisa kenyang banget makan minum.

09 Feb 2008

Setelah sarapan pagi yang luar biasa....Free programnya kita gunakan untuk jajal KLCC, yah liat-liat aja sih daripada bengong di hotel nunggu acara seminar event-event yang akan diselenggarakan MTB di Grand Millenium Hotel yang berlokasi di bukit bintang, stttt rest room di lantai 2nya bener-bener fascinating, cozy banget...ada dua kursi untuk duduk sambil menunggu restroomnya vacant. Harumnya hemmm gak kayak WC, tembok cermin di restroom itu bisa bikin kita mengira ada ruang lain didalam cermin. Gileee

Sewaktu seminar dimulai, suasana tegang tidak terasa, setelah beberapa session tanya jawab, MTB memutar slide beserta new theme song untuk Visit Malaysia Year. Di saat ini.....hati gue bener-bener hancur, sakit, pedih, nyesek bercampur jadi satu. Aku tidak melihat kelebihan tourism Malaysia. Tidak alamnya, tidak seninya, tidak juga keberbauran etniknya. Yang terpampang saat itu dimataku adalah indahnya pantai Pulau Bali, ragamnya suku kita dengan budaya dan bahasa, cantiknya danau toba, bunaken, lombok, bangka island, situ patenggang......tapi semua itu seperti kepompong jika dibandingkan dengan upaya pemerintahan Malaysia untuk menjual negaranya. Usaha mereka seperti kupu-kupu...begitu berwarna, begitu cantik. Mataku berkaca-kaca menahan sesak di dada. Tuhan ....maafkan bangsaku, maafkan aku. Maafkan ya Bapa....

Coffee break yang disuguhkan panitia tak mampu menggugah selera makanku yg terbang terbawa berjuta sesal dan kecewa atas bangsaku Indonesia.

Diner time....aku tak berselera sama sekali, tapi akan aneh rasanya kalo semua pada makan aku bengong aja, so kucari ikan dan sayuran (mo ngurangin lemak yang makin bertambah karena makanan ala hotel yang selama beberapa hari aku nikmati) tapi...saat melihat team italy begitu bersemangat menyendokkan nasi ke piringnya dengan malu hati kusendokkan juga nasi kepiringku seadanya.

Sambil makan malam kami dihibur oleh group rebana melayu seperti lagu dan rentak alunan lagu dan rebana dari Manggar Belitung. Angklung dipertontonkan dengan begitu banyak lagu Indonesia di dalamnya, sekali lagi napsu makanku hilang. Jika seni rebana dan lagu Kelantan itu di sandingkan dengan rentak Saman dan alunan lagu,rebana, dan gitar Manggar akan luar biasa hasilnya.....

Aku saat ini menikmati semua Indonesiaku di negara orang lain. And they pay everything for me to see the show!!! Aku seperti ular sawah kekenyangan setelah melahap lembu, tak bisa bergerak kemanapun.....tersiksa banget banget. Seperti terjebak....

Malaysia....aku salut dengan usaha dan upaya Dinas Pariwisata dan Pemerintahan mu. Dalam keterbatasan kalian kemas kekurangan itu menjadi berlian.

Malaysia....terimakasih untuk membuka mataku sebagai insan pariwisata betapa tidak bersyukurnya aku akan bangsa ku yang begitu kaya sehingga terlena begitu dalam. Aku egois mementingkan diriku sendiri untuk dapat makan besok daripada memelihara menjaga mengelola apa yang sungguh negara lain iri untuk memiliki.

Bangsaku.....bangsa pilihan Tuhan.....biji mata, kekasih, tersayangnya Tuhan......apa yang harus kita lakukan untuk memajukan dunia kecil kita?

Bingung untuk meningkatkan pendapatan negara? Mari olah pariwisata. Majukan infrastruktur dan strukturnya. Habiskan uang negara untuk membangun pariwisata. Kita tidak perlu bikin pulau seperti Singapore, kita gak perlu bikin menara, bikin Ferris wheel, bikin jembatan ala San Fransisco. Kita gak perlu niru negara lain.

Let's be our self. Ayo belajar mencintai Indonesia, bukan hanya dengan membeli buatan Indonesia tapi juga dengan membuang sampah pada tempatnya, menjaga barang-barang milik negara, menjaga alam punya kita, memelihara budaya leluhur dengan mempertandingkannya, menggabungkannya, menambahkan nilai jual padanya.

Apa yang dinas pariwisata lakukan untuk Visit Indonesia Year 2008? Tidak salahkah program ini? Ikut-ikutankah? Adakah dampaknya bagi dunia pariwisata bangsa? Naikkah tingkat huni kamar? Bertambahkah turis mancanegara yang masuk?

Kalo belum siap jangan luncurkan...habis uang kita sia-sia. Tidak tepat sasaran. Sudah layakkah Bandara Polonia untuk didarati pesawat luar negeri? Siapkah Bandara Aceh? Ambon? Irian? Kalimantan? Bagaimana tingkat keamanan negara saat ini? Jalan-jalan yang menuju objek pariwisata sudah layakkah dilewati bus 45 seater ? Manusianya sudah diajar untuk jujur, ramah, sopan belum?

Adakah pelaku pariwisata yang levelnya di akar sudah diikutsertakan dalam mencanangkan VIY 2008? Kita pelaku pasar....kita tahu lebih banyak apa yang dibutuhkan oleh wisatawan.

Kalau kita mau maju ayo mulai dari bawah karena yang diatas entah tengah memikirkan apa lagi dari negara ini.

Kalau negara tidak bisa apa-apa mari kita yang bisa untuk bergerak. Negara adalah rakyat, tanpa rakyat tidak akan ada negara. Rakyat yang mau berjuang untuk rakyat, untuk kepentingan bersama. Untuk sebuah Indonesia.

I'm 34 so i think... saya tidak idealis, naif atau cap lainnya.

Sejujurnya sering sekali rasa malu memberati wajahku ketika mata bersiborokan dengan mata milik negara lain. Bisa kah kita hilangkan rasa malu ini? 

Saya insan pariwisata, saya mau berbuat melalui dunia pariwisata entah itu sedikit atau tidak ada artinya. Saya hanya tidak sanggup melihat karunia Tuhan tersia-siakan di tanah perjanjian ini. Tanah Indonesia.

AS FOR ME

Inspired by Monica S

My love to You is nothing compare to Yours

In Your abundant love i'm so ashame with the shape of my own

When i lift my husk tremble voice to worship You in the dark locked room

with my knee, palm, forehead on the floor

" Lord You are so faithfull to me, and I love You....."

suddenly i low down my voice.........  hold back my breath....tears run down unstopping

thinking bout how i lived my life for You who own LIFE

Piece of intimacy between us revealed :

I remember time when i thought i love You....

Boastly i said ...

LORD let me share those pain you bear upon us your child....

Let me share those tears You shade for us

Let me take just a lil bit the sickness You have to suffered because of us

Lovingly you looked into my eyes (God!!! How i miss those look)

those eyes shocked me ..........i was breathless

My heart purpled.......... crippled

My blood stop flowing.

I cannot bear those pain

I cannot bear those tears

I cannot bear those sickness You suffered.

I CANT LORD.....

It is mine.....it's all mine

You..... who first loved me.....I'm speechless

You..... who now loving me.....i feel loved

You..... who will be loving me......i am secure

As for me.......

My love for You is because You own my life

I love You because i receive everything i have to have from You.

I Love You because You die and do the sacrifices for me

I Love You because You bless my family, friend, job, bussines, my health, my whealth.

I Love You because You show my naked eyes Your miracle.

I Love You because You save me, because i'm the apple of Your eyes

I Love You because I'm the center of Your love

I Love You because I, me, mine...

I Love You because.........

Suddenly my love for You so unworthy.

So worthless..........

Compare to Yours.

TRafficking

Kurang lebih sebulan lewat, Mei lah ya....Gue kebagian job jemput tamu dari MTV Thailand, via hp gue dengernya MTB = Malaysia Tourism Board

Tamu gue kali ini nyentrik yah image anak muda MTV lah.Satu cewek Bangkok yang keras and alil bit temperamental dan satu lagi pak lek dari Afsel, dia asli bule lah.

Tujuan mereka dateng mau menangkap kehidupan para tenaga kerja wanita di sini, seperti yang mereka lihat saat sedang hang out disekitar Orchard Road pada saat weekend di Singapura.

Bingung, mana ada hal seperti itu di sini? Ada- ada aja....Paling kepenampungan TKI aja, hemmmm gue coba telp beberapa temen yang mungkin thu dimana ada penampungan TKI. Hasilnya? Gak ada yg berani ngomong ...maklum polisi dan pihak imigrasi lagi pada galak. Ntar ikut cokok lagi.

But....si Thai girl nelpon kesuatu tempat, menyebutkan sebuah alamat and we go there. Kali ini langkah kanan kali ya, kita bisa ketemu dengan pendiri sebuah shelter/penampungan para TKW yang di abuse, terlunta dan tidak punya apa-apa lagi.

Disini mereka di rawat secara pisik dan psikis, setelah kondisi si TKW memungkinkan maka dia akan ditanyai mau pulang ke kampung? atau mau tetap bekerja sebagai TKW? Jika mereka mau pulang shelter akan memulangkan mereka, jika mereka mau tetap bekerja, mereka akan diberikan pelatihan dan pengetahuan tentang hukum kerja di negara yang akan mereka datangi kembali sehingga hal yang sama tidak terulang lagi.

Pemilik shelter ini tidak main-main dengan tujuan dasar pendirian shelter ini. Program kerja mereka selanjutnya adalah mendapatkan kekuatan hukum bagi para TKW. Mereka memerlukan organisasi yang berbadan hukum dan diakui dunia, dari dan untuk TKW.

Program 01 dollar for 01 voice mulai dicanangkan. Target pertama 1000 suara. Keanggotaan organisasi ini pure 100 % TKW.

Banyak yang sebetulnya telah mereka lakukan, mulai dari menampung para TKW yang terlunta-lunta, melakukan terapi pisik dan psikis, membangun kepercayaan diri yang dirampas, membangun mind set yang benar tentang TKW juga memberikan pengetahuan mendasar tentang hak dan kewajiban yang benar secara hukum bagi mereka di negara tempat mereka bekerja.

Trafficking sama dengan perbudakan, manusia dijual seperti menjual sapi perahan. Tanpa tahu apa-apa dan iming-iming kehidupan yg lebih baik, sudah begitu banyak mawar-mawar bangsa yang tercabik dan berguguran kelopak nilai manusianya dirantau orang, sendirian!!!

Kontrak kerja yang dalam asing, penandatangan yang dilakukan tanpa mengerti apa-apa, terjebak mentah-mentah, hutang yang tidak dimengerti datangnya entah darimana, open your eyes......

Mereka memang teraniaya di negeri orang, tapi bukankah kita sendiri saudara setanah air yang membuat perangkap awal buat mereka? Bagaimana mereka bisa keluar negeri jika dokumen mereka tidak resmi? Bagaimana mereka bisa keluar jika memang mereka tidak kualified untuk apa yang harus mereka kerjakan? Bagaimana mereka bisa keluar jika mereka sama sekali tidak bisa menggunakan bahasa negara yang akan mereka datangi?Bagaimana mereka bisa keluar tanpa pengetahuan mendasar tentang hukum hak dan kewajiban mereka di negara yang akan menampung mereka bekerja?

Adakah perlindungan dari pemerintah kita bagi mereka SEBELUM mereka keluar?

Bagitu banyak aku baca di koran LSM-LSM, pihak pemertintah mengadakan pertemuan, rapat untuk menanggulangi trafficking yang marak terjadi. Apakah mereka pernah menyertakan para TKW untuk terlibat didalamnya? Ini kan tentang mereka bow, kalau mereka tidak diajak duduk bersama bagaimana solusi terbaik bisa ketemu?

Pertemuan yang tanpa terencana itu membuka mataku ttg kenyataan kehidupan mereka.

Shelter berencana untuk mencetak brosur kecil yang berisi nomor telephone shelter bagi setiapTKW yang membutuhkan. Tetapi yang jauh lebih mendasar dalam brosur itu nantinya akan tertera juga aturan main yang sah secara hukum tentang hak dan kewajiban TKW dalam bahasa ibu, dan nantinya brosur2 ini akan disebar di daerah-daerah "pengekspor" TKW.

Have that simple idea come up pada meeting2 yang membahas tentang trafficking?

Semoga kerja keras shelter diberkati dan dilindungi Tuhan dan mampu menjadi sumber air alami bagi para wanita yang bekerja sebagai maid di negara tetangga.

Kerja bow.....bukan meeting mulu.

Siapa kita????

Siapa kita?

Kita adalah kumpulan kecil orang yang berbeda-beda, mencoba mencari dan menemukan satu KEBENARAN SEJATI yang MENYELAMATKAN.

MENYELAMATKAN siapa?

For me: it is my own

How about you?

N O T E

  • Kalau bisa.....dalam keegoisan kita ini, cobalah untuk menjaga "kita" dimata  polos hati yang merindu kasih mula-mula......

GLORY

Glory2 Pemain :

  • Matthew Broderick-Colonel Robert Gould Shaw
  • Denzel Washinton-Trip
  • Cary Elwes-Major Cabot Forbes
  • Morgan Freeman-Sergeant Major John Rawlins
  • Jihmi Kennedy-Jupiter Sharts
  • Andre Braugher-Thomas Serales
  • John Finn-Sergeant Major Mulcahy
  • A film by : Tri-Star picture
  • Directed by : Edward Zwick

Pengantar : eheeem

Sebelumnya mohon maaf kalo cerita nya gak lengkap, abis nontonnya pun gak sengaja, film dah main 1/4 kali baru nemu nih channel. Itupun karena ke gratilan tangan ponakanku yg baru berusia 14 bulan-Damoz.....next time pencet2 lagi remotenya ya Moz.... biar nemu film bagus .

Inilah essen yang aku dapet dari Glory:

Film ini berlatar belakang perang saudara yang berkecamuk di Amrik pada sekitar tahun 1860-an. Ini kisah nyata loh, berdasarkan surat2 Colonel Shaw kepada ibunya. Surat curhat seorang anak kepada ibunya dalam posisi sebagai seorang kapten kulit putih yang harus memimpin pasukan infantri kulit hitam pertama di Amerika, unit relawan 54 Massachusetts. Diantara anak buahnya yang berkulit hitam terdapat beberapa orang yang tumbuh bersama dengannya di daerah Boston tempat kelahirannya.

Keseluruhan cerita berfokus ke bagaimana kaum kulit hitam yang bergabung dalam resimen 54 in berlatih, berformasi dalam resimen tersebut.

Kita bisa melihat bagaimana konflik yang terjadi antara Trip (Washington) dan anggota unit lainnya khususnya Thomas Searles yang adalah teman sepermainan Shaw....akar pahit akibat perbudakan yang dialaminya sebelum bergabung dengan pasukan 54 terus menghantui dan Trip terus bereaksi negatif terhadap kaum kulit putih, juga terhadap kolonel Shaw, mayor Cabot Forbes dan sersan mayor Mulcahy, even ketiga pemimpin tersebut sungguh-sungguh mengasihi pasukan 54 dan melakukan semua yang terbaik bagi pasukan terbuang ini.

Selama masa pelatihan, seluruh pasukan di unit 54 selalu dibedakan dengan unit lain.Pasokan makan, seragam,sepatu, kaos kaki, senjata selalu dikatakan tidak ada. Namun semangat mereka untuk berguna bagi bangsa dan terangkat martabatnya dari seorang budak menjadi warganegara membuat mereka terus bertahan, walaupun keluar undang2 baru yang menyatakan mereka adalah pembelot dan dianggap pengkhianat termasuk di dalamnya Shaw, Cabot, Mulcahy.

Ada banyak ajaran2 moral yang terekam disana sini selama film ini bercerita.

1. Kedisiplinan Mulcahy bukan karena dia membenci kulit hitam, tapi karena dia ingin pasukan ini menjadi pasukan yang sesungguhnya.Sergeant Major Mulcahy : " The boy's your Friend, is he?" Robert Gould Shaw : "We grew up together, yes" Sergeant Major Mulcahy : "Let them grow up some more". Shaw pernah memarahi Cabot karena melatih unit dengan terlalu lembek, ia mengharapkan unitnya dilatih sesuai dengan ke adaan medan perang yang sesungguhnya (waktu latihan menembak).

2. Persahabatan yang tidak bisa dipisahkan oleh jabatan dan status tetapi dalam konteks yang propesional ditunjukkan secara gamblang oleh Searles. Searles harus mendapatkan ijin bicara jika ingin mengungkapkan sesuatu kepada Shaw tentang pekerjaan, tapi saat salju natal turun, pada malam dingin dimana Shaw sangat rindu rumah dan keluarga.....Searles mengucapkan sepenggal kata " Merry Christmast Robert " yang membangunkan jiwa Shaw.

3.Trip.....Si budak yang penuh dengan kepahitan, tidak pernah mempercayai kulit putih seperti apapun tingkah mereka pada akhirnya mampu menunjukkan kelasnya sebagai the real hero, dia pernah kabur dari barak dan akhirnya tertanggkap, dan dianggap sebagai pembelot. Cabot minta supaya dia tidak dihukum cambuk, tapi Shaw tetap harus menjalankan hukum dengan adil. Trip menerima cambukan diatas puluhan bekas cambukan yang telah membekas seperti parutan dipunggungnya dengan diam, namun hatinya yang sakit karena seperti apapun dia berusaha dia tetap akan menjadi budak tidak dapat menahan air matanya.

4.Shaw tidak akan pernah tahu mengapa Trip yang memang pembangkang kabur dari barak dan kembali sampai dia mau merendahkan hati berbicara dengan si tua John Rawlins (Morgan Freeman) agar John mau melaporkan apa yang dibutuhkan anakbuahnya kepadanya langsung. John hanya mengucapkan sepatah kata "Shoe sir...., they need a shoe". Prangggggggg........Trip kabur karena mencari sepatu untuk membalut kakinya yang terluka parah akibat berlatih perang tanpa alas kaki, dia mencari sepatu agar  dapat berlatih dengan sepenuhnya dan siap dipakai sebagai tentara untuk berperang.

5.Kesehatian, sepenanggungan....ketika keluar keputusan bahwa gaji anggota unit berkulit hitam dipotong dari USD 13 menjadi USD 10 , Trip mengajak teman2nya untuk menolak hal tersebut dan merobek slip untuk menarik gaji walaupun John yang dituakan menerima hal tersebut dalam diam, Trip tetap berkoar menolak dan akhirnya semua unit merobek slip pengambilan gaji tersebut, selanjutnya Shaw pun memutuskan jika unitnya menolak hal tersebut maka tidak seorangpun diantara mereka (kulit putih) yang akan menerima gaji.

6.Keberanian, Shaw memblack mail atasannya agar pasukanya boleh sungguh2 diturun kemedan pertempuran karena semangat juang mereka yang telah terbakar, hal ini dipicu karena atasan Shaw menyuruh pasukan 54 untuk menjadi kaki tangannya dalam merampas harta tawanan perang. Martabatnya sebagai seorang prajurit tidak mengijinkannya untuk menjarah tahanan perang, membunuh anak2 dan wanita serta tawanan yang sudah menyerah kalah.

7. Percaya diri yang sesungguhnya. Shaw mengajukan pasukannya "54 Massachusetts" untuk menjadi tameng dalam proses merebut Fort Wagner pintu gerbang untuk menaklukan  Charleston (daerah lawan). Jendral Strong menegaskan permintaan Shaw tersebut dengan menanyakan apakah pasukan 54 mampu melakukan tugas berat tersebut setelah 2 hari sebelumnya mereka melakukan pertempuran pertama mereka di Pulau James, Carolina Utara pada tanggal 16 Juli 1863. Shaw membulatkan hati dan percaya mereka sanggup.

8. Penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, kematian bukanlah hal yang perlu ditakutkan. Malam sebelum pertempuran besar itu seluruh unit 54 berkumpul, menyanyi dan berdoa.....When we die oh Lord, i know you are there to receive us in your kingdom as a free man!!!(kira2 begitu karena pas nya aku gak inget bener). Trip pada kesempatan itu membuka dirinya kepada seluruh unit.....it's miracle!!!

9. Martir yang sesungguhnya. Trip (lagi2 dia, hehehe ada kkn=kayak2 nya naksir nih) dari awal pertempuran dia telah memutuskan ikut bertempur bukan karena Shaw, dan ia tidak akan mengibarkan bendera 54 M demi Shaw, tidak akan!!! Searles menyatakan dia siap menggantikan si pembawa bendera unit jika ternyata sipembawa bendera tewas dalam penyerangan ke Fort Wagner. Dalam pertempuran yang dimulai dari pagi hari (aduh mak pemandangannya itu breathtaking banget) sampe pagi itu, Shaw menunjukkan  arti seorang pemimpin prajurit perang yang sejati....Melihat teladan yang dibuatnya Trip tanpa ragu2 mengambil tempat yang dijanjikan Searles, menjadi pembawa bendera unit dan berteriak lantang " Serang!!!!!!1 ".

10. An anti war statement. Walau dari awal film ini sarat dengan suana perang, tapi sebetulnya pesan yang secara keras diperdengarkan adalah anti perang. Trip: " i mean, what's the point? ain't nobody going to win. It's just going to go on and on." RGS: " It can't go on forever." Trip : " Yah, but ain't nobody going to win, sir."

Film ini.....dari awal sampai akhir membuat ku tak berkedip, terpesona sampai ke sumsum.......it is two thumbs up!!!

Mau lagi deh nonton ulang, abis yang depannya ketinggalan.....

 

Weeekkkssss

Sebele sekaleeeee.

Sungguh, sebel abisssss.Emang bener ya slogannya sebuah produsen rokok " kalo bisa dipersulit, kenapa dipermudah" Welleeeeh!!!

Saat ini persyaratan untuk jadi Pegawai Negeri harus S1 minimal nya?Bener gak seh? Aku gak tau karena gak pernah pengen jadi pegawai negeri.....Menurut ku sebagian besar dari mereka gak produktif banget dan hanya numpang hidup seperti parasit.

Sebetulnya aku gak mau banget deh menjudge orang seperti ini, tapi ya .....(aku segen nulis nama-Nya untuk hal2 sepele gini), gimana gak naik ya esmosi ku melihat kinerja mereka yang bwek banget!

Semua ini terjadi karena aku pengen memperpanjang Passport ku yang akan habis masa berlakunya on 07 Sep 2007 ini, dan pas bener KTP ku pun abis masa berlakunya. So sebagai warga yang baik aku mulai mengurus deh perpanjangan KTP and Passport tsb.

Pertama semua berjalan mulus sampe KTP baruku (karena pindah tempat tinggal) keluar dengan GRATIS. Nah...mulai deh maslah muncul di pengurusan KK. Blanko nya gak di cetak lagi karena kelurahan dan kecamatanku mau pake system baru. Namanya system SIAK (auk apaan artinya). And system baru ini belum tahu kapan akan diterapkan tapi blanko KK sudah gak ada lagi sejak 2 bulan lalu (Februarian kali tepatnya). So kecamatan kasih aku surat keterangan yang menyatakan bahwa blanko KK abis jadi bisa deh ngurus apa2 pake surat keterangan tadi.

Nah......ternyata di imigrasi direject bo' gak laku surat pak camatnya. Bwek banget kan? Jadi aku musti ke Disduk ato ke Walikota? Emang bisa beres? Gak tau aku males ngadep ke sana....pasti ini itu - ini itu yang gak jelas.

Aduh.....gimana seh walikota dan Disduk? kalo blom siap ya jangan coba-coba cut nyetak blanko dunk....terbengkalai nih proses kerja rakyat yg menggaji kalian. Kalo kerja kami terhambat bayar pajaknya ntar seret, trus kalo bayar pajak seret kas negara ngos2an dan gaji kalian juga mpot2an.

Atau kalo blanko gak dicetak lagi, walikota atau Disduk mau ngeluarin surat pernyataan buat si A yang buruh di PT U, agar dia bisa ngurus passport? Kurang kerjaan apa?

Ah.....anak negeriku, mengapa yang mudah kamu persulit?         Ah.... anak negeriku, kalo gak sanggup jadi pegawai negeri ya kerja ditempat lain aja, dimana kamu tidak perlu melayani hajat hidup orang banyak.

Mulai lah dengan sense of malu deh, sadar kemampuan diri sampe dimana, sanggup gak sih aku jadi ini, bisa apa aku dg jabatan ini untuk bangsa dan negaraku?

Nama nya juga pegawai negeri....yang kerjanya harus kerja bakti.

Temen....Sobat.....Kawan....." Apa sih artinya?"

Ada yang bilang....

Temen itu seseorang yang kita kenal, yang kita tahu siapa dia secara umumnya saja, kuantitas pertemuan tidaklah terlalu intens, biasa-biasa ajalah pokoknya.

Sobat itu seseorang yang kita kenal, yang kita tahu dia secara detail dan dia juga tahu kita secara detail dan kita bisa saling terima, kuantitas pertemuan tidaklah harus intens tapi kualitas dari pertemuan itu demikian berharga, someone so very special. Nggak ada lo gak rame deh "sobat"

Kawan itu seseorang yang kita kenal waktu kecil, waktu masih culun2nya, kawan gue sekolah nih, kawan gue belajar naik sepeda, mancing dan lain, setelah dewasa apa masih seperti itu ya tergantung situasi....

Honestly.....aku bingung beda-bedain ke tiga kata tersebut diatas. Menurutku yo sami mawon yo.....Mungkin karena aku terlalu ingin gampangnya aja kali ya, pengen simple aja.

Temen,kawan,sobat......selalu lah seseorang yang special, bukan hanya seseorang yang aku kenal. Karena pada seorang teman, kawan, sobat aku menitipkan potongan hatiku untuk hatinya. Entah itu mau di cherish, diobok2, diinjek atau dihancurkan it's ok.....karena pada saatnya toh dia bisa terima semua perilaku temen, sobat, kawan it's in the blood. Karena akupun gak sempurna sebagai teman,sobat, kawan.Suatu saat pernah kulakukan juga hal yg buruk pada sepotong hati yang teman,sobat,kawan titipkan padaku.

Intinya: hal pertemanan, persobatan, perkawanan adalah suatu seni menerima.

Bisa cepat, bisa alon2 asal kelakon bisa juga seumur hidup berproses terus untuk menerima seseorang apa adanya dia. Telanjang tanpa topeng.....